Pages

Subscribe:

Selasa, 06 Maret 2012

Aksi Syamsir Alam Mengundang Tanya (Catatan Pertandingan Timnas U-23 vs Timor Leste)



Kemenangan lima gol tanpa balas garuda muda atas Timor Leste dalam laga ujicoba jelang Sea Games di Senayan memang menyenangkan. Asa emas mulai menyeruak di hati pendukung meski kalau mau jujur permainan garuda muda masih jauh dari harapan.

Selebrasi Gol Syamsir Alam yang dirayakan hanya oleh tiga pemain/(dok @huzera)
Meski demikian penontonpun mulai meramaikan Senayan, agak berbeda dengan ujicoba sebelumnya yang nyaris tanpa penonton. Pada awal pertandingan stadion hanya diisi ribuan pelajar putih abu-abu yang bersorak sorai di tribun Timur Senayan. Namun entah dengan pertimbangan apa, panitia pada sekitar menit ke limabelas babak pertama membuka beberapa pintu stadion, penontonpun mulai menyerbu. Sontak tribun Barat yang sedia sepi mulai gegap gempita oleh serbuan penonton gratisan ini.
Tulisan ini tak bermaksud mengulas detail jalannya pertandingan hanya mencoba mengungkap hal-hal kecil yang mungkin luput dari mata pena para wartawan main stream dan lepas dari perhatian penonton di layar kaca.
***
13195512481813189038
Pemanasan Alam yang mengundang sorak penonton/(dok.@huzera)
Jelang menit 30 babak pertama, pelatih garuda muda nampak menginstruksikan Syamsir Alam pemanasan di sisi belakang bench skuad garuda. Pemanasan Syamsir Alam sontak menyulut tepuk tangan penonton, seorang penonton yang persis di samping sayapun berseru “Mainin Alam…jauh-jauh aku dari Papua mau lihat dia..”, tak berbeda jauh dengan pasukan penonton biru abu-abu yang berteriak “Syamsir main….Syamsir main.”
Dalam hati kuberbisik , calon idola baru telah hadir. Hingga akhir babak pertama Syamsir Alam tak kunjung masuk lapangan, garuda muda mengakhiri babak pertama dengan 4 gol tanpa balas yang dicetak oleh Egi Melgiansyah dan Patrick Wanggai dari titik putik. Juga oleh Ferdinand Sinaga dan Abdurrahman.
1319551371310307649
Pasukan putih abu-abu yang setia mendukung garuda muda sepanjang pertandingan/(dok.@huzera)
Antusiasme penonton memuncak tatkala Samsir Alam masuk lapangan sebagai pemain pengganti di awal babak kedua. Samsir…Samsir terdengar sayup dari tribun penonton. Sosok kelahiran 6 Juli 1992 itupun tampak bergairah di lapangan, dengan tinggi 175 dan gaya berlari yang khas ditambah model rambut yang unik membuat Syamsir Alam mudah dikenali penonton. Tiap kali pemain tengah atau sayap menggiring bola, teriakan “kasih Samsir”..”Umpan ke Alam” bersahutan di deret kursi persis di belakang saya.
Sosok bertinggi 175 sentimeter yang kini memperkuat Atletico Penarol (Uruguay) itu seolah menangkap gairah penonton dengan gol semata wayangnya di pertandingan ini. Gol yang bermula dari tembakan keras Zulham, tapi di artikel Vivanews disebut hasil sepakan Yongki Ariwibowo, entah mata saya yang keliru atau bagaimana. Tai jelas ketika itu Yongki justru berada di belakang Syamsir dan Zulhamlah yang menxisir dari sisi kanan pertahanan Timor Leste.
13195515191736032804
Keributan Antar Pemain mewarnai laga/(dok.@huzera)

http://olahraga.kompasiana.com

0 komentar:

Posting Komentar